Free Circle of Fire Cursors at www.totallyfreecursors.com
khalid bloger

Jumat, 29 November 2013

tugas analisis prakmatik 2013

ANALAISIS MAKNA PRA-ANGGAPAN, FIKIRAN DAN KESIMPULAN PADA TUTURAN PENUMPANG DAN KONDEKTUR BUS
1.    Dialog penumpang dan kondektur.
Penumpang             : Masih ada kursinya pak??
Kondektur              : Banyak..!
Penumpang             : Mana kursinya pak, katanya banyak….!
Kondektur              : Anda bertanya kursi kan? itu kursinya banyak.
2.    Analisis tuturan penumpang.
a.       Pra-anggapan tekstual dan kontekstual
·      Dari dialog diatas dapat di analisis bahwa pra-anggapan tekstual dari tuturan penumpang adalah: Ada bangku
·      Tuturan penumpang diatas dapat di analisis bahwa tuturan tersebut secara pra-anggapan kontekstual adalah : Penumpang banyak
b.      fikiran tekstual dan kontekstual
·      Analisis tuturan diatas tersebut secara fikiran tekstual adalah : Ingin duduk
·      Secara fikiran kontekstual adalah : Ingin ikut menumpang dalam bus
c.       Kesimpulan tekstual dan kontekstual
·      Dalam tuturan penumpang diatas memiliki kesimpulan tekstual : Penumpang ingin duduk jika ada kursi
·      Kesimpulan secara kontekstual adalah : penumpang ingin ikut menumpang dalam bus tetapi penumpangnya sudah penuh

Kamis, 28 November 2013

untuk kakak

kuraungkan suara tentang cinta
agar sepimu musnah ditelan malam
kusibakkan embun-embun rindu itu
agar kau tau basahpun tak sanggup menyentuh cintaku,

duhai lentera malam yang membeku dalam sunyi
lihatlah lewat celah kecil dari jendelamu
dan rasakan hadirnya jiwaku untuk mengintip sahdumu,

ijinkan aku merangkai kisah bahagia menjadi sebuah novel yang akan dibaca anak cucu kita kelak, karena aku tau sekarang hadirku berbalut kesal tanpa restu.

Senin, 28 Oktober 2013

hakekat dan fungsi bahasa menurut Abdul Chaer

hakekat bahasa.
bahasa adalah suatu sistem lambang berupa bunyi, bersifat erbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri.
sebagai sebuah sistem, maka bahasa terbentuk oleh suatu aturan, kaedah, atau pola-pola tertentu, baik dalam bidang tata bunyi, tata bentuk kata, maupun tata kalimat. bila atauran atau kaedah ini dilanggar, maka komunikasi dapat terganggu.

fungsi bahasa.
Fungsi bahasa yang terutama adalah sebagai alat untuk bekerja samaatau berkomunikasi di dalam kehidupan manusia bermasyarakat. untuk berkomunikasi sebenernya dapat juga dengan cara lain, misalnya sayarat, lambang-lambang gambar atau kode-kode tertentu lainnya. tetapi dengan bahasa komunikasi dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna.

Sabtu, 26 Oktober 2013

contoh surat lamaran

salam sejahtera buat pengunjung blog ini. mungkin diantara kalian sudah ada yang sarjana atau mungkin masih dalam tahap menempuh pendidikan, yang tentunya setelah lulus kalian akan mencoba meraba-raba yang namanya melamar pekerjaan, baik,,,,,!! sekarang saya akan memberi sedikit contoh tentang surat lamaran dan semoga contoh ini bermanfaat untuk kalian.



Kepada Yth,
Kepala Sekolah
SMK BANYUANYAR
Di Tempat.
Dengan hormat,

Berkenaan dengan informasi yang saya dapatkan tentang penerimaan pengajar baru, serta mendengar kriteria-kriteria yang diperlukan dalam pekerjaan ini, Saya mengajukan lamaran
untuk bergabung di Lembaga yang Bapak/Ibu pimpin karena sesuai dengan kriteria yang saya miliki. Untuk itu saya mencantumkan data riwayat hidup saya :

Nama                    
       : Moh. Khalid Hasan
Tempat, tanggal lahir
 : Pamekasan 29-11-1992
Alamat                  
      : Ds, Pamoroh Kec. Kadur
Pendidikan              
     : Berkuliah di Universitas Madura

Untuk bahan pertimbangan dengan ini saya lampirkan :
1.      Foto copy KTP
2.      Daftar riwayat hidup
3.      foto ukuran 3 x 4
4.      Ijazah terakhir
5.      Surat keterangan berkuliah
Dalam resume terlampir, tercantum semua data mengenai diri saya. Saya sangat berharap, Bapak/Ibu berkenan memberi kesempatan interview kepada saya untuk mengetahui lebih jelas tentang kemampuan dan motivasi saya. Atas perhatian dan kesempatan yang Bapak/Ibu berikan, saya sampaikan terima kasih.


                                                                                                   Hormat saya,

                                                                                               
Moh. Khalid Hasan

Rabu, 17 Juli 2013

artikel ke bahasaan "JARGON DAN ANAK MUDA MADURA"

JARGON DAN ANAK MUDA MADURA
          Dewasa ini, sering kita temui istilah atau kata yang asing didengar oleh telinga kita, istilah dan kata yang kita dengar itu bukan menjadi rahasia umum yang akan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Akan tetapi, istilah atau kata tersebut hanya dimengerti oleh segelintir orang atau kelompok yang menggunakannya. Masyarakat yang menggunakan istilah dan kata yang hanya dimengerti oleh kelompok itu disebut masyarakat bahasa, yang menurut corder (Sabarti. 2004:8) masyarakat bahasa adalah sekolompok orang yang satu sama lain bisa saling mengerti sewaktu mereka berbicara.
          Bahasa atau kata yang hanya dimengerti  oleh golongan atau sekelompok tertentu itu juga dikenal dengan istilah jargon dalam ilmu kebahasaan, yang berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), jargon adalah kosakata khusus yang digunakan dibidang kehidupan (lingkungan) tertentu. Menurut A. Chaer dan L. Agustina (2010:68) yang penulis kutip dari situs seorangrahmat.blogspot.com menjelaskan bahwa jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompok-kelompok sosial tertentu
          Jargon dalam penggunaannya dapat kita amati pada saat remaja sedang berbicara, entah remaja itu dari desa maupun dari kota, yang notabennya mereka mempunyai jargon-jargon tersendiri dalam lingkungannya. Tidak luput dari itu Madura juga mempunyai jargon khas yang membedakan jargon itu dari daerah lain. Salah satu jargon yang dapat kita temui, yaitu ketika remaja menyampaikan suatu cerita atau pendapat kepada teman-temannya. Oleh karena itu, menurut Setianti (2007:16), jargon merupakan alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi kelompok, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan yang keberadaannya seringkali membuat orang yang mendengar bingung akan arti yang sebenarnya.
       Ada beberapa contoh jargon yang dapat kita temui sehari-hari jika kita pergi kesuatu daerah yang berbeda, akan tetapi kita tidak tahu apa arti dari kata tersebut, dan berikut ini penulis mencoba memberikan sedikit contoh sekaligus penjelasan tentang penggunaan jargon dikalangan anak muda madura .
v “Jih Mansur”. Adalah seorang masyarakat biasa yang pernah menunaikan ibadah haji dan mendapat gelar H. Moh. Mansur, yang untuk mempermudah panggilannya oleh masyarkat setempat terutama bagi kalangan remaja (Ds. Pamoroh Kec. Kadur Kab. Pamekasan), gelar sekaligus nama yang disandangnya di persingkat menjadi “Jih mansur”. Beliau gemar membicarakan sesuatu yang berbau politik, seperti pemilihan bupati dan kepala desa. Beliau juga sering memprediksi siapa pasangan calon yang bakal menang dalam pemilihan tersebut. Seiring dengan kegemarannya dalam memprediksi maka setiap orang dari desa tersebut yang merasa dirinya lebih tahu dari orang lain dianggap oleh remaja setempat sebagai titisan atau duplikasi dari “H. Moh. Mansur” atau yang akrap dipanggil sebagai “Jih mansur”. Contoh dalam penggunaan kata tersebut adalah:
huh....jih mansur rèh..!! (madura).
huh....dasar jih mansur tukang prediksi..!! (indonesia)
v “Jih Sukwan”. Kata tadi berasal dari desa yang sama yaitu (Ds. Pamoroh Kec. Kadur Kab. Pamekasan). Kata tersebut mengandung arti julukan bagi seseorang yang mempunyai kenginan untuk menunaikan ibadah haji dan sudah menyetorkan sebagian uangnya, akan tetapi orang tersebut belum juga dipanggil atau belum mendapatkan giliran untuk berangkat haji. Sukwan dalam kata “Jih Sukwan” mempunyai arti yang sebenarnya, yaitu orang yang bekerja sebagai buruh kontrak dan belum diangkat menjadi buruh tetap. Akan tetapi oleh remaja setempat julukan tersebut diberikan bagi setiap orang yang menyetorkan sebagian uangnya untuk naik haji dan orang tesebut belum mendapatkan giliran. Contoh penggunaan istilah  tersebut dalam realitanya adalah:
Wa’ abas jih sukwan lèbât èada’na bangko (madura)
Itu liat jih sukwan lewat di depan rumah (indonesia).
v “Ableyer”. Munculnya kata atau istilah tersebut dikalangan kelompok anak muda pamekasan berawal pada saat ketika anak muda disana yang gemar balap liar. Pada saat mendahului lawannya mereka masih sengaja memainkan tuas gasnya hingga menimbulkan suara yang mengaung, dan mereka menyebutnya dengan istilah “Ableyer”. Seiring dengan penggunaan kata oleh kelompok anak muda yang semakin pesat, maka setiap orang yang sedang berbicara kemudian salah satu lawan bicaranya menggunakan intonasi yang tinggi “emosi”, maka oleh kelompok tersebut disamakan dengan bunyi kenalpot (ableyer/mengaung). Contoh penggunaan kata atau istilah tersebut dalam konteksnya adalah:
Yono   : Ambu rah ba’na ta’ osa bannya’ tanya....!!
Yani    : dhina ta’ osa ableyer kak (Madura)
Yono   : Sudah lah kamu tidak usah banyak tanya....!!
Yani    : Ya sudah tidak usah emosi kak (Indonesia).
v “Ripin” Terciptanya kata tersebut berawal dari sekelompok mahasiswa STKIP yang hobinya ngegosipin atau membicarakan orang lain tanpa orang tersebut menyadari bahwa dirinyalah yang sedang dibicarakan. Istilah ripin sebenarnya digunakan untuk perempuan yang menjadi objek pembicaraan mereka, semenjak saat itulah mahasiswa STKIP jurusan PBSI kelas pagi – A ketika mereka sedang berkumpul, menggunakan istilah “Ripin” sebagai identitas mereka pada saat mereka membicarakan perempuan yang dimaksud. Contoh penggunaan istilah tersebut adalah: 
Adduuuuuu ya’ ripin cong lebur  (Madura)
Aduuuuuhhhh perempuan ini menarik (Indonesia)
        Dari contoh dan penjelasan tentang jargon pada anak muda Madura di atas, dapat diketahui bahwa Madura juga memiliki jargon, yang penggunaanya di dalam artikel ini penulis mengangkat pada situasi anak muda. Penpenulis ingin berbagi sedikit pengetahuan yang mendidik tentang suatu tata kebahasaan yang selama ini mungkin telah kita abaikan keberadaannya. Penulis mempunyai rasa penasaran tentang  fakta yang terjadi disekeliling kita, hingga pada akhirnya membuat penulis mengambil suatu tema yang terjadi di masyarakat untuk dijadikan topik pembahasan dalam artikel karya ilmiah ini. Semoga artikel karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca khususnya bagi penulis sendiri.

Daftar pustaka
·        Akhdiah, Sabarti. 2004. Pembinaan Kemammpuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga
·        http//seorangrahmat.blogspot.com/2013/05apa-yang-dimaksud-slang-jargon-dan.html?=1 (Jam 11:37)
·        Setianti, Yanti.2007. Makalah Ilmiah: Bahasa Dalam Merubah Sikap Sosial. Bandung: UNPAD